Standar Nilai Hambatan Resistor

Tahukah Kamu kalau nilai hambatan suatu resistor yang ada di pasaran tidak sembarangan? Pernahkah Kamu ketika hendak membuat rangkaian listrik dengan resistor namun tidak menemukan resistor dengan hambatan yang Kamu inginkan? Seringkali dalam soal-soal teori fisika dasar tentang rangkaian listrik ada nilai hambatan resistor yang tidak sesuai dengan standar, hal inilah yang penting diketahui oleh kita agar tahu tentang standar nilai hambatan resistor.
Oke, kita langsung saja.. Tahun 1952, IEC (International Electrotechnical Commision) memutuskan untuk mendefinisikan nilai hambatan dan toleransi dari resistor. Hal ini untuk memudahkan manufaktur resistor secara besar-besaran. Nilai-nilai ini ditetapkan dalam standar E-series (deret E), pada standar IEC 60063:1963. Nilai-nilai standar ini juga valid untuk kapasitor, induktor dan juga dioda Zener. Nilai yang ditetapkan untuk resistor ditetapkan pada tahun 1952.
Standardisasi nilai resistor ini sangat penting karena proses manufaktur resistor akan lebih rapi, agar ada keseragaman dalam hal berapa banyak nilai resistor yang diproduksi; dan juga bisa cocok dengan berbagai desain elektrikal yang dibuat oleh insinyur elektrikal.
Sebenarnya ada banyak standar nilai resistor. Namun di sini kita akan membahas tentang standar E-series yang sering dijumpai. Deret E12 dikembangkan sebagai basis E-series. Deret E12 maksudnya adalah setiap dekade (0,1 – 1 ; 1 – 10 ; 10 – 100 ; dan seterusnya) dibagi dalam 12 langkah. Ukuran dari setiap langkah adalah sebagai berikut 
Ini juga mengakibatkan nilai resistor-resistornya berada dalam toleransi 10% yang tumpang tindih. Maksudnya bagaimana? Maksudnya adalah, urutan nilai resistornya adalah sebagai berikut: 1 – 1,2 – 1,5 – 1,8 – 2,2 – 2,7 – 3,3 – 3,9 – 4,7 – 5,6 – 6,8 – 8,2 – 10 – dan seterusnya.. Nilai-nilai ini juga dapat bernilai pangkat sepuluhnya (1,2 – 12 – 120 – dan seterusnya). Berikut ilustrasinya


Selanjutnya, selain deret E12 ada juga deret E yang lain yang berkaitan dengan toleransinya juga, deret E yang paling sering dijumpai adalah sebagai berikut
  • E6 20%
  • E12 10%
  • E24 5% (ada juga yang 1%)
  • E48 2%
  • E96 1%
  • E192 0.5% (digunakan pula pada resistor dengan0.25% dan 0.1%)

Berikut adalah tabel nilai resistor dengan toleransinya berdasarkan standar deret E

Deret E6 mempunyai 6 nilai untuk setiap dekadenya. Toleransinya 20 %.

Deret E12 mungkin adalah yang paling umum kita jumpai pada resistor. Toleransinya 10%. Berikut resistor deret E12 dengan cincin warna dan nilainya.





Lalu bagaimana jika kita membutuhkan resistor dengan hambatan 20 ohm jika kita memiliki resistor deret E12? Caranya, gunakan dua buah resistor 10 ohm secara seri.

BACA JUGA:



No comments :

Post a Comment

Silahkan Tulis Komentar Kamu :)